Anak seorang artis yang melepas hijabnya beberapa hari terakhir menghebohkan media sosial. Publik terkejut, karena anak ini dulu sangat menjaga auratnya, tetapi bagaimana bisa dia melepas hijabnya saat dia tinggal bersama ibunya? Apakah dia dipengaruhi oleh sang ibu yang membuka hijabnya?
Entah.
saya tidak ingin terlibat dalam diskusi di media sosial. Peristiwa ini justru membuat saya termenung.
Dua anak perempuan saya berhijab sejak kecil. Saya bertanya-tanya, bagaimana jika mereka juga melepas hijab?
Apa yang harus saya lakukan sebagai orang tua jika ini terjadi?
Mengajarkan Anak Berhijab Sejak Usia Dini
Sejak mereka kecil, anak-anak saya mengenakan hijab. Saya selalu memakai hijab untuk mereka saat keluar rumah sejak kecil. Namun, mereka masih sering membuka hijab saat balita.
Saya masih membiarkan mereka membuka hijabnya saat mereka belum baligh.
Kebetulan, anak pertama, yang sekarang berusia 13 tahun, sudah baligh dan selalu mengenakan hijab. Terima kasih.
Si bungsu, yang baru berusia sepuluh tahun, kadang-kadang suka tidak memakai jilbab saat bermain di luar rumah.
Membiasakan anak-anak memakai hijab sejak mereka masih kecil tentu tidak salah. Kebaikan harus ditanamkan sejak kecil, bukan? Selain itu, hijab adalah aturan yang harus dipatuhi.
Berhijab tidak menjadi masalah bagi anak-anak. Mungkin karena suasana yang ramah. Ada waktu ketika anak-anak dididik di sekolah Islam. Selain itu, mereka belajar di TPQ. Selain itu, sebagai orang tua, saya memberikan contoh yang baik.
Alhamdulillah, mereka belum mengeluh tentang pemakaian hijab sejauh ini.
Orang Tua Harus Lakukan Ini Jika Anak Melepas Hijabnya
Sebenarnya, ada beberapa kasus serupa sebelum kegembiraan anak artis ini. Anak seorang pejabat dan anak seorang sutradara terkenal Indonesia melepas hijabnya juga. Keduanya harus dilakukan saat sudah baligh.
Meskipun ini telah terjadi pada beberapa kesempatan sebelumnya, baru kali ini saya berpikir tentang hal itu. Bagaimana ya, jika anak-anak saya kemudian menanggalkan hijab mereka.
Beberapa waktu lalu, kami berbicara tentang masalah ini di tempat tidur.
Saya bertanya kepada suami saya tentang tindakan yang akan dia ambil jika anak-anak melepaskan hijabnya.
Tidak akan dibiarkan, itulah jawabannya.
Sebagai kepala keluarga, mungkin suami itu tegas. Mungkin suami juga akan bertanggung jawab.
Namun demikian, saya percaya bahwa selain tegas, ada tindakan tambahan yang dapat diambil untuk menangani anak yang melepas hijabnya.
Cari tahu penyebabnya terlebih dahulu. alasan anak melepas hijabnya. Apakah dia menghadapi masalah khusus? Kita akan lebih mudah menemukan solusi jika kita tahu latar belakangnya.
Kedua, beri tahu anak bahwa memakai hijab adalah keharusan dan bukan pilihan. Ini sudah selayaknya, meskipun kesannya tegas dan tanpa kompromi. Hijab dalam Islam adalah kewajiban, bukan pilihan. Perjelas dengan sabar. Anak-anak pasti akan dapat memahaminya.
Ketiga, temanilah anak saat diproses. Meskipun anak-anak mungkin masih belum sepenuhnya berhijab, jangan biarkan mereka pergi. Temani anak berproses. bantu. Misalnya, berikan anak hijab yang menyerap keringat dan terbuat dari bahan berkualitas agar nyaman.
Antara Kasih Sayang dan Ketegasan
Pada akhirnya, saya menyadari satu hal:
Aturan bukan satu-satunya masalah dalam menjaga anak-anak tetap berhijab.
Tapi itu tentang hubungan.
Nilai-nilai akan lebih mudah ditanamkan jika hubungan orang tua-anak kuat, komunikasi terbuka, dan anak merasa aman untuk bercerita.
karena kita tidak selalu dapat mengontrol keputusan anak.
Walau bagaimanapun, kami dapat memastikan bahwa setiap kali mereka terhuyung-huyung...
mereka tahu ke mana mereka harus kembali.
Selain itu, mungkin itulah tugas paling penting yang kita ambil sebagai orang tua:
tidak hanya memastikan bahwa anak-anak selalu benar, tetapi juga memastikan bahwa mereka tidak pernah merasa sendirian saat mereka salah.






0 Comments:
Posting Komentar