LAURA DRESS

Untuk kakak kakak yang suka dress simple ,Laura dresa cocok banget ini untuk kegiatan sehari hari..mau acara formal atau informal juga bisa.. 😊😊 Laura dress tanpa lengan ini di tambah ikat panggang dengan warna senada ,saku kanan dan kiri dress, untuk hijaber bisa juga dikombinasi dengan kemeja , blazer, hijab nanina scarf.

Saalima Dress

. Saalima dress Dress simple dengan warna warna yang manis Bahan : katun Toyobo Detail baju :• Resleting belakang• Wudhu friendly dengan lengan karet• Bahan jatuh adem halus dan nyaman RP. 200.000

ROSENE ONE SET

ROSENE ONE SET Material : katun linen kombinasi batik bekasiVest + rok Produk ootd terbaru nih, yg lagi suka pake vest wajib banget order ini 😊 😊☺ karakteristik bahan :• tebal medium• tidak nerawang• adem• nyaman dipakai Rp, 395.000.

OUTER KIM

HANEZA PANTS Bahan katunRp. 130.000 Bahannya adem, tidak terawang dan nyaman di pakai, bisa dipakai untuk acara formal dan informal Detail size :Panjang 98Lingkar pinggang 96-100.

RAYA SET

RAYA SET(Atasan + celana panjang) bahannya adem banget nyaman, tidak menerawang cocok untuk dipakai daily outfit,😊Pas banget ini untuk acara bukber , atau hari raya Ukuran :M ,L, XL Happy fasting 😊 😊😊 Rp. 325.000

5 Kesalahan Umum dalam Mengenakan Hijab dengan Benar

 


Bagi seorang Muslimah, hijab bukan hanya penutup kepala; itu juga merupakan tanda ketaatan dan identitas mereka. Dalam artikel ini, kami akan membahas lima kesalahan yang sering dilakukan orang saat memakai hijab, serta beberapa cara untuk memperbaikinya sehingga Anda dapat memakai hijab dengan benar dan sesuai.

Memakai Hijab Terlalu Sederhana
Salah satu kesalahan saat memakai hijab adalah menggunakannya terlalu tipis, yang akan membuat rambut dan leher terlihat meski hijabnya dipakai. Dengan demikian, aurat tidak benar-benar tertutup dan bertentangan dengan tujuan utama dari memakai hijab.

Bahan hijab yang tebal namun tetap nyaman akan menutup rambut dan leher dengan baik. Dalam Surat An-Nur ayat 31, Allah SWT berkata,

 "Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka..."  

Tidak menutupi dada secara keseluruhan
Hijab juga tidak menutupi dada dengan sempurna. Jadi, gunakan hijab yang cukup panjang untuk menutup dada sesuai syariat Islam tanpa mengurangi penampilan Anda.

Menggunakan Aksesori Terlalu Banyak
Menggunakan aksesoris pada hijab diizinkan selama tidak terlalu banyak. Agar tetap tampil modis tanpa mengurangi fungsi hijab sebagai penutup aurat, pilih aksesori yang sederhana.

Tidak Menjaga Hijab Sebersih Mungkin
Bagian dari kebersihan yang dianjurkan dalam Islam adalah menjaga hijab tetap bersih. Untuk menjaga hijab tetap bersih, nyaman digunakan, dan bebas dari bau tidak sedap, lakukan pencucian rutin.

Memakai Hijab Tidak Nyaman
Pilih model hijab yang sesuai syariat, sederhana, dan nyaman. Agar tetap menutup aurat dengan baik, hindari hijab yang terlalu longgar atau terlalu ketat.

Penggunaan hijab yang baik dan benar tentu dapat dicapai dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas. Gamis hijab harus digunakan sesuai dengan tuntunan agama sambil tetap menjaga kenyamanan dan keindahan. Semoga bermanfaat, kawan-kawan.

Segera berikan bantuan Anda kepada Rumah Yatim.

Semoga artikel ini bermanfaat. 

Antara Estetika dan Syariat: Membahas Mode Hijab Saat Ini


Fashion muslim telah berkembang dengan sangat cepat di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, terutama di Indonesia. Hijab, yang dulunya dianggap sebagai simbol religiusme, sekarang menjadi tren gaya hidup yang lebih kontemporer dan elegan. Namun, di balik pertumbuhan industri fashion ini, muncul pertanyaan yang sangat mendalam tentang makna hijab. Hal ini bertentangan dengan ayat Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 59, karena banyak tren hijab saat ini cenderung lebih menekankan nilai-nilai dasar agama daripada aspek estetika dan tuntutan zaman.

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Mereka harus menutup seluruh tubuh mereka dengan jilbab.'Itu untuk membuat mereka lebih mudah dikenali dan menghindari gangguan. Allah juga Maha Pengampun dan Penyayang.

Pergeseran fungsi hijab modern adalah masalah utama. Hijab dimaksudkan untuk menutupi perhiasan (zinah) dan bentuk tubuh agar tidak mengundang fitnah secara syariat. Namun, hijab yang hanya berfungsi sebagai perhiasan sering menjadi tren. Beberapa contoh penyimpangan ini adalah penggunaan hijab yang transparan, dihiasi dengan berlebihan, atau model hijab yang sangat ketat yang memperlihatkan lekukan tubuh dan leher. Jika hijab hanya digunakan untuk mengikuti tren kecantikan, pentingnya menjaga kesederhanaan dan kehormatan menjadi kabur. Hijab telah berubah menjadi aksesori kepala dan tidak mengubah gaya berpakaian secara keseluruhan.

Media sosial sangat membantu mempercepat pergeseran ini melalui fenomena influencer fashion. Banyak muslimah mengenakan hijab pendek yang tidak menjulai ke dada karena tekanan untuk selalu tampil unik dan "instagrammable". Industri fashion melihat hijab sebagai barang yang harus terus berubah agar tetap laku di pasar. Akibatnya, nilai dan pengakuan sosial yang "modern" sering mengorbankan standar syariat. Hal ini menyebabkan paradoks, yaitu ketika seseorang merasa telah berhijab sementara sebenarnya mereka telanjang.

Untuk mengatasi fenomena ini, pemahaman filosofi hijab yang benar harus dihidupkan kembali. Pendidikan tidak hanya harus menutup rambut (libasul syuhrat), tetapi juga harus sesuai dengan standar teknis seperti tidak ketat, transparan, dan tidak menyerupai pakaian lawan jenis atau mencolok. Kesadaran individu sangat penting untuk memastikan bahwa Muslimah tidak hanya menjadi objek pasar tetapi juga dapat memfilter tren yang masih ada di dalam agama. Dengan demikian, mode dapat terus menjadi kreatif tanpa mengorbankan prinsip ketuhanan.

Meskipun kritik terhadap mode kontemporer harus diakui, itu tidak berarti bahwa Islam menghalangi kreativitas dan keindahan dalam berbusana. Sebenarnya, jika ditempatkan dengan benar, syariat dan estetika tidak harus saling meniadakan. Dalam Islam, konsep jamal, atau keindahan, sangat dihargai selama tidak melanggar prinsip iffah (menjaga kehormatan) dan tidak mengarah pada konsumsi berlebihan. Industri mode Muslim memiliki banyak kesempatan untuk menghasilkan desain yang inovatif tanpa mengeksploitasi bentuk tubuh, seperti menggunakan teknik potong yang longgar namun tetap elegan atau menggunakan palet warna yang teduh tanpa hiasan yang mencolok. Oleh karena itu, hijab dapat tetap menarik sebagai representasi identitas Muslimah kontemporer yang bijak yang memadukan tanggung jawab ukhrawi dengan tren dunia.

Sebagai kesimpulan, tren hijab modern menghadapi tantangan besar antara mengekspresikan identitas religius atau mengikuti arus perdagangan. Tidak adanya pemahaman yang mendalam tentang aturan syariat dan kekuatan budaya populer biasanya menyebabkan penyimpangan. Menjadi modis adalah hal yang manusiawi, tetapi sebagai seorang Muslimah, syariat harus menjadi dasar berpenampilan. Hijab seharusnya merupakan simbol ketaatan yang memuliakan pemakainya dan bukan sekadar kain yang mengikuti mode.



















Nona Kayla Manurung, penerima penghargaan Duta Hijab Nusantara 2026!


Nona Kayla Manurung, gadis cantik berusia 18 tahun dari Provinsi Sumatera Utara, berhasil mengharumkan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, sebagai Duta Hijab Nusantara 2026.

Ajang ini memungkinkan para Muslimah untuk berkumpul dan berkompetisi. Pemilihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan dorongan untuk berhijab sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam melalui berbagai kegiatan.

Acara ini berlangsung pada maret 2026. Sebanyak 23 orang hadir dari berbagai Kabupaten dan Kota. Setelah audisi yang ketat, 10 peserta terbaik kemudian dipilih dan dikarantina. Jika mereka berhalangan untuk hadir, mereka dapat mengikuti secara online pada saat final, seperti yang dilakukan Kayla.


Finale Duta Hijab Nusantara 2026 berlangsung di Jawa Barat pada Maret 2023. Nona Kayla Manurung gagal menjadi pemenang atau pemenang utama pada tahap awal grand final. Duta Hijab Kabupaten Sergai ini telah memberikan yang terbaik dari kemampuan mereka, meskipun hanya berada di posisi ketiga dalam kategori berbakat. Ia menyatakan bahwa sumber pencapaiannya adalah pengetahuan dan instruksi Samwel, Coach catwalk nya.

Lakukan sebaik mungkin, meskipun tidak banyak, namun perubahan kecil pada diri Anda akan berdampak besar pada akhirnya. "Semua berkat ilmu coach", katanya dalam unggahan Instagram nya pada 28 Mei 2026.

Kayala, seorang gadis Batak Toba, menyukai menulis dan membaca puisi.

Menurut data yang dikumpulkan, Kayla pernah bersekolah di SMPN 1 serba jadi, SMK AKP Galang, dan SMAN 1 serba jadi. Selain itu, Kayla telah menjadi finalist dalam pemilihan MIN 2026 (MISS ICON NUSANTARA 2026) dan sangat aktif dalam industri kreatif digital.















Hijab kontemporer: Antara Identitas Muslim Perempuan dan Peluang Bisnis di Era Digital

 


Hijab: Identitas, Mode, dan Peluang Bisnis di Era Digital

Sekarang, hijab bukan lagi sekadar penutup aurat; itu telah menjadi bagian dari identitas, gaya hidup, dan ekspresi diri perempuan muslim. Perubahan ini terlihat jelas di Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Di sana, hijab tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan model yang mengikuti tren fashion yang berubah-ubah. Hijab telah berkembang dari yang dulunya sederhana dan cenderung monoton menjadi yang lebih kontemporer, indah, dan sesuai dengan kebutuhan perempuan yang aktif.

Semakin banyak orang yang mulai mengenakan hijab juga mengikuti perkembangan industri fashion muslim. Selera pasar sangat dipengaruhi oleh media sosial. Influencer muslimah, selebgram, dan konten tutorial hijab di Instagram dan TikTok membuat hijab semakin populer di kalangan remaja. Konsumen sekarang mencari hijab yang tidak hanya syar'i tetapi juga nyaman, mudah dibentuk, dan selaras dengan gaya berpakaian sehari-hari.

Bisnis hijab pashmina viscose dan voal premium hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pasar melihat peluang tersebut. Kedua bahan ini dikenal memiliki sifat yang lembut dan ringan, yang membuatnya nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas, baik formal maupun kasual. Voal memberikan tampilan ringan dan rapi yang disukai remaja hingga perempuan dewasa, sementara viscose memberikan kesan jatuh dan elegan. Di tengah persaingan pasar yang ketat, kombinasi kualitas bahan dan desain yang mengikuti tren adalah nilai jual utama.

Membangun bisnis hijab, bagaimanapun, tidak hanya tentang produk. Keberlanjutan bisnis sangat bergantung pada strategi manajemen dan pemasaran. Di era internet saat ini, strategi pemasaran berbasis media sosial menjadi pilihan yang tepat. Membangun hubungan emosional dengan pelanggan dapat dicapai melalui konten visual, seperti katalog produk, video instruksi pemakaian hijab, inspirasi OOTD, dan cuplikan dari proses produksi. Konsistensi kualitas dan pelayanan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Bisnis hijab dapat memiliki nilai sosial selain berfokus pada keuntungan. Untuk membangun usaha yang berkelanjutan, konsep tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sangat penting. Kontribusi nyata bagi masyarakat termasuk penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan limbah kain sisa produksi, dan program pelatihan menjahit bagi ibu rumah tangga dan calon pelaku UMKM. Bisnis ini memiliki efek sosial dan ekonomi, bersama dengan program donasi hijab untuk pelajar kurang mampu dan komunitas perempuan di daerah terpencil.

Hijab pada akhirnya adalah simbol perubahan sosial dan peluang ekonomi, bukan sekadar produk fashion. Bisnis hijab memiliki potensi besar untuk berkembang di tengah tren gaya hidup muslim kontemporer dengan manajemen yang terencana, pemahaman pasar yang baik, dan strategi pemasaran yang fleksibel. Hijab dapat menjadi simbol bahwa nilai dan fashion dapat saling menguatkan ketika prinsip kenyamanan, estetika, dan kepedulian sosial berjalan bersama.
















Kenapa Negara Muslim ini melarang Idul Adha, Idul Fitri, dan mengenakan hijab?


Muslim Tajikistan melarang perayaan Idul Adha, Idul Fitri, dan memakai jilbab.
Larangan tersebut dilakukan oleh Tajikistan, sebuah negara di Asia Tengah yang berbatasan dengan Uzbekistan di barat, Kirgistan di utara, Cina di timur, dan Afghanistan di selatan.

Tajikistan, di mana 96% orang beragama Muslim, adalah contohnya.
Sejak tahun 2024, Presiden Emomali Rahmon Tajikistan melarang wanita mengenakan pakaian asing, seperti jilbab atau kerudung.

Dalam Al Qur'an, surat Al-Ahsab, ayat 59, dijelaskan bahwa kaum wanita harus mengenakan jilbab, yang mencakup seluruh tubuh mereka, mulai dari kepala hingga kaki. Undang-undang menetapkan sangsi sebesar 57.600 somoni (Rp 88,4 juta), 54.000 somoni (Rp 82,9) untuk pejabat pemerintah, dan 7.920 somoni (Rp 12,1) untuk orang biasa.

Itulah sangsi yang dikenakan kepada kaum wanita yang melanggar mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, pemerintah melarang warganya untuk merayakan Idul Adha dan Idul Fitri.
Tidak seperti di Indonesia, di mana anak-anak diberi angpao jika mengunjungi saudara mereka. Mereka menerima hadiah.

Pemerintah secara represif melarang kaum pria dan wanita berjenggot.
Meskipun tidak ada undang-undang yang melarang kaum pria untuk berjenggot, penegak hukum sering memaksa orang yang berjenggot untuk dicukur. Mereka dipandang sebagai ekstremis.

10 juta orang Tajikistan.
Presiden Emomali Rahmon menyelesaikan konflik lima tahun dengan TIRP.
Sejak tahun 2009, hijab dilarang di gedung pemerintah, universitas, dan lembaga publik lainnya.
Dengan melarang perayaan Idul Adha dan Idul Fitri, Presiden Emamoli Rahmon menerapkan politik ini.

Note: Pada 10 Zulhijjah, Idul Adha adalah hari raya besar yang mengingat ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS, yang bersedia menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS. Setelah itu, domba menggantikan Nabi Ismail AS. Sejak 2011, ada juga undang-undang yang melarang orang tua menyekolahkan anak-anaknya belajar agama Islam di luar negeri.

1.938 mesjid ditutup dalam jangka waktu satu tahun. diganti dengan kedai teh dan fasilitas kesehatan.
Jilbab berasal dari kata "jalaba" dalam bahasa Arab, yang berarti "membawa" atau "menghimpun".

Hijab di negara Arab-Afrika, carsaf di Turki, abaya di Irak, milayat di Libya, pardeh di Pakistan dan India, dan chador di Iran.

Kata "jilbab" telah dimasukkan ke dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sebagai akibat dari semakin populernya jilbab di kalangan muslimah perkotaan. Dalam hal Indonesia.

Jilbab adalah kerudung yang dipakai wanita Muslim yang menutupi leher dan kepala hingga dada.

Pada tahun 1983, Menteri Pendidikan Noegroho Notosoesanto berdebat dengan MUI tentang istilah "jilbab", yang masih digunakan sebagai "kerudung".

Noegroho berpendapat bahwa kerudung harus sama bagi semua orang, karena jika tidak sama berarti bukan kerudung. Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan istri-istrinya untuk mengenakan hijab sepanjang hari.
Selain itu, sang Nabi tidak memperhatikan saran Umar bin Khattab agar istri-istrinya memakainya.



















Hijab: Antara Kewajiban, Budaya, dan Mode



Salah satu simbol yang paling dekat dengan identitas perempuan Muslim adalah hijab. Hijab adalah kewajiban untuk menjaga kehormatan diri dan menutup aurat dalam ajaran Islam. Namun, seiring berkembangnya zaman, makna hijab tidak lagi dilihat hanya dari perspektif religius. Pada saat ini, hijab telah menjadi bagian dari budaya, gaya hidup, dan bahkan industri fashion yang berkembang pesat. Di era internet saat ini, semakin mudah menemukan gaya hijab melalui media sosial. Banyak publik figur dan influencer menunjukkan berbagai gaya berhijab yang modern dan stylish. Hal ini menyebabkan hijab semakin diterima di banyak orang, terutama di kalangan remaja. Sebaliknya, ada pertanyaan tentang apakah hijab masih dianggap sebagai simbol ketaatan atau lebih banyak merupakan bagian dari tren fashion.

Fenomena ini menunjukkan bahwa hijab memiliki makna yang luas dan berkembang seiring perubahan sosial masyarakat. Akibatnya, memahami hijab tidak hanya sebagai tidak hanya sebagai penutup kepala, tetapi juga sebagai simbol yang memiliki makna agama, budaya, dan ekspresi diri.

Hijab adalah Keharusan

Menurut agama Islam, perempuan Muslim diharuskan untuk menutup aurat mereka dengan hijab. Tujuan dari mengenakan hijab adalah untuk mempertahankan martabat, budi luhur, dan ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, hijab membantu perempuan Muslim mempertahankan identitas mereka di kehidupan sosial dengan mengajarkan prinsip kesederhanaan. Keputusan untuk memakai hijab tidak selalu mudah bagi sebagian perempuan. Setiap orang mengalami proses yang berbeda selama proses belajar, penyesuaian, dan perjalanan hijrah. Namun, banyak perempuan yang menggunakan hijab karena merasa lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dalam hidupnya dan merasa lebih nyaman dan percaya diri.

Namun, pemahaman tentang hijab juga sering dipengaruhi oleh lingkungan. Tidak sedikit perempuan yang mengalami tekanan sosial terkait berpakaian, baik dari keluarga maupun masyarakat mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami bahwa hijab seharusnya berasal dari kesadaran pribadi daripada tuntutan sosial.

Hijab dalam Budaya

Hijab telah menjadi bagian dari budaya Muslim di berbagai negara selain menjadi aturan agama. Setiap daerah memiliki model, warna, dan cara memakai hijab. Misalnya, hijab sering digunakan bersama dengan elemen budaya lokal di Indonesia, yang menghasilkan gaya yang unik dan beragam. Semakin berkembangnya budaya berhijab menunjukkan bahwa hijab tidak kaku. Hijab tetap dapat berubah sesuai dengan zaman tanpa kehilangan kesopanannya. Hal ini terlihat dari munculnya komunitas hijab, yang memungkinkan perempuan Muslim untuk berbagi inspirasi dan pengalaman satu sama lain.

Selain itu, cara masyarakat melihat wanita berhijab dipengaruhi oleh budaya mereka. Hijab dianggap sebagai simbol identitas Muslimah dan kesalehan di beberapa tempat. Meskipun demikian, hijab masih dipandang dengan stereotip di beberapa lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap keputusan dan gaya berhijab seseorang.

Hijab sebagai Trend Mode

Hijab mengalami perkembangan signifikan dalam dunia fashion dalam beberapa tahun terakhir. Dengan munculnya berbagai merek pakaian muslim, hijab menjadi semakin populer dan diminati banyak orang. Untuk generasi muda, model hijab yang stylish, praktis, dan kontemporer menjadi daya tarik tersendiri. Tren hijab sangat dipengaruhi oleh media sosial. Banyak situs web seperti Instagram, TikTok, dan Pinterest menawarkan inspirasi kreatif untuk gaya berhijab. Influencer yang mengenakan hijab juga berkontribusi pada pembentukan tren fashion muslim yang terus berkembang seiring dengan zaman.

Dengan munculnya mode hijab, perempuan berhijab memiliki lebih banyak pilihan untuk tampil percaya diri. Selain itu, industri fashion muslim memungkinkan banyak peluang bisnis dan mendorong kreativitas anak muda.

Namun, ada kekhawatiran bahwa arti hijab mulai berubah menjadi sekadar statement gaya hidup atau fashion. Ada banyak orang yang lebih memperhatikan penampilan mereka daripada tujuan hijab itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara mempertahankan makna religius dan mengikuti tren.


Hijab memiliki banyak arti, termasuk sebagai bagian dari budaya, kewajiban agama, dan kemajuan dalam mode kontemporer. Ketiga elemen tersebut menunjukkan bahwa hijab terus berubah sesuai dengan perubahan zaman dan dinamika masyarakat. Selama tidak menghilangkan nilai utama hijab, perkembangan mode hijab tidak merugikan. Pada akhirnya, hijab adalah masalah identitas, kesadaran diri, dan bentuk ketaatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perempuan Muslim untuk benar-benar memahami makna hijab agar hijab tidak hanya menjadi tren tetapi juga memiliki manfaat dan nilai dalam kehidupan.





















Sebagian besar pakaian muslim menggunakan polyester

 


Pakaian adalah kebutuhan dasar manusia yang menutupi tubuh dan berfungsi sebagai representasi ekspresi suatu individu atau komunitas, baik organisasi dalam masyarakat maupun ajaran kepercayaan tertentu.Pakaian dan hijab, khususnya untuk wanita, selalu dibutuhkan dan dicari dalam agama islam. Sesuai dengan perintah Al-Qur'an dalam surah Al-Ahzab ayat 59, yang berkata, "Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka," permintaan untuk produk fashion muslimah telah berkembang lebih dari sekedar tren.. Ini dilakukan untuk membuat mereka lebih mudah dikenal dan menghindari gangguan. Allah juga Maha Pengampun dan Penyayang. Dalam ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa hijab adalah cara yang baik untuk menjaga diri kita sendiri dan perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT. Jika kita melakukan ini, kita akan menerima ganjaran di surga dan pahala di akhirat.

Karena itu, meningkatnya tren penggunaan hijab muslimah saat ini mendorong banyak produsen pakaian syar'i untuk memenuhi permintaan pasar. Hal ini menjadi peluang besar bagi para produsen bisnis untuk mengoptimalkan keuntungan mereka dengan menekan biaya produksi, tentu saja dengan menggunakan bahan baku yang lebih murah. Berdasarkan temuan dan pengalaman empiris penulis, banyak produsen pakaian menggunakan bahan polyester sebagai bahan baku utama dalam pembuatan produk mereka.

Polyester adalah serat yang dibuat dari plastik limbah, plastik daur ulang, atau plastik lingkungan lainnya. Produsen di seluruh dunia menggunakan bahan ini untuk membuat pakaian yang lebih tahan lama, karena lebih murah per meter, tidak mudah mengkerut, dan mudah kering ketika dicuci.

Produk polyester murni yang dibuat kemudian didistribusikan oleh distributor pakaian dan kemudian didistribusikan ke para penjual pakaian. Banyak penjual pakaian yang enggan menjawab secara jujur ketika ditanya mengenai bahan baku yang mereka pakai ketika berbicara dengan pelanggan mereka, alih-alih mendapatkan keuntungan yang maksimal dari barang laku terjual. Namun, beberapa dari mereka tidak menyertakan deksripsi bahan pakaian yang lengkap pada halaman web e-commerce toko mereka.

Karena pakaian ini tidak menyerap keringat dengan baik, banyak muslimah yang mengeluhkan kegerahan ketika memakainya.Selain itu, banyak perempuan muslimah yang tidak menyadari kelemahan bahan pakaian yang mereka pakai.

Pabrik tekstil pakaian berbahan dasar plastik, seperti polyester dan nilon, mengeluarkan setengah juta ton mikrofiber plastik ke lautan setiap tahun, menyebabkan pencemaran lingkungan, menurut Laporan Ekonomi Tekstil Baru 2017. Plastik yang terkandung dalam pakaian polyester ini juga dapat terurai menjadi potongan-potongan kecil plastik. Serpihan plastik ini dapat menempel pada kulit, tanaman, atau bahkan dihirup, menyebabkan masalah pada sistem pernapasan.

Oleh karena itu, produsen harus menghentikan penggunaan bahan pakaian polyester murni ini agar tidak merusak lingkungan dan menjaga maslahah mursalah dalam upaya menjaga Bumi dan kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Selain itu, hal-hal positif ini dapat berkontribusi pada keuntungan dalam muamalah, yang sesuai dengan prinsip maqashid syariah.

Jika Anda ingin mengurangi presentase polyester, Anda dapat menggabungkannya dengan bahan serat tumbuhan lain yang lebih dominan, seperti linen, untuk membuat pakaian menyerap keringat dengan baik.

Namun, para muslimah tidak perlu khawatir karena bahan-bahan pakaian berkualitas tinggi, seperti katun, linen, tencel, dan rayon, dapat digunakan sebagai referensi saat membeli pakaian. Bahan-bahan ini menjamin bahwa pakaian Anda aman dan tahan lama sepanjang hari.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai muslimah untuk memeriksa label bahan pakaian dan memilih dengan hati-hati sebelum dan sesudah berbelanja. Semoga rekomendasi ini bermanfaat bagi orang-orang yang beragama Islam dan muslimah dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Terima kasih atas waktu Anda untuk membaca ini.